Fenomena Aneh Ketika Minum Teh (Kajian Ilmiah)

Ketika kita minum teh, ternyata tidak semua orang merasakan efek yang sama ketika mengkonsmsinya. Seperti halnya dalam mengkonsumsi kopi, ada beberapa orang yang merasakan efek kopi tersebut (tidak mengantuk) sedangkan ada juga yang tidak merasakan efek tersebut (sudah kebal sama kopi). Sehingga peneliti mengkaji fenomena yang sama pada teh, dan didapatkanlah hasil penelitiian yang mengungkapkan bervariasinya efek yang dirasakan individu, di antaranya adalah  kandungan polifenol yang dikonsumsi seseorang dan cara menyajikan setiap orang berbeda, yang tentunya mempengaruhi kadar asupan polifenol menyebabkan bervariasinya efek yang dirasakan setiap orang. Beriikut ini beberapa factor tersebut :

  1. Kandungan polifenol yang terdapat dalam teh tergantung bagaimana proses pengolahan daun tehnya (terutama pada proses pengeringan) serta lokasi geografi dan kondisi tempat tumbuh teh tersebut.
  2. Konsentrasi polifenol pada teh juga tergantung jenis tehnya (apakah teh hitam, oolong, atau teh hijau dan cara penyajian teh tersebut (jumlah daun teh yang digunakan, waktu pemanasan/penyeduhan, dan suhu). Konsentrasi tertinggi  polifenol ditemukan pada teh yang diseduh hangat (541-692 µg/mL, lebih rendah lagi pada teh dalam kemasan yang didinginnkan. Penelitian juga menyebutkan bahwa dekafeinasi (penghilangan kafein) yang dilakukan saat pengolahan teh hitam mengurangi kadar katekin sebesar 10-20%. Sedangkan hasil penelitian yang masih dalam investigasi menyebutkan bahwa  susu tidak mempengaruhi absorpsi polifenol (tidak mengurangi kadar polifenol dalam teh).
  3. Penelitian terbaru, frekuensi dan waktu konsumsi teh mempengaruhi absorpsi polifenol oleh jaringan yang berhubungan dengan faktor  farmakokinetika (terutama pada fase  distribusi pada jaringan).  Lebih jauh, variasi individu berperan terhadap ketersediaan polifenol dalam jaringan  karena perbedaan koloni mikroflora usus dan perbedaan genetic  yang berpengaruh terhadap enzim yang terlibat pada  metabolisme polifenol dalam tubuh.
  4. Efek minum teh dapat mempengaruhi  factor genotip, misalnya : individu dengan alel E2 ApoE  menghasilkan pengurangan plasminogen activator inhibitor (PAI-1) ketika mengkonsumsi teh hitam .

(sumber : Blumberg, 2003)

Kiat Nikmat Minum Teh

Namun, ada cara agar dapat menikmati kesegaran dan manfaat ketika kita mengkonsumsi teh (jenis teh hijau) :

  1. Teh hijau yang sudah diseduh hanya baik dikonsumsi dalam dua hari. Lewat dari itu, teh sudah rusak Sebaiknya dalam satu hari habis. Untuk mempertahankan nikmat dan segarnya teh, dalam menyeduh gunakan teko atau wadah yang tidak melepaskan baud an tahan panas.
  2. Sebaiknya tidak terlalu lama dalam menyeduh teh. Cukup 1-3 menit dengan air mendidih yang baru mulai menguap. Sebab jika terlalu lama menyeduhnya, kandungan EGCG bisa berkurang/rusak.
  3. Teh hijau (dalam kemasan botol/kotak) memiliki kualitas yang baik, hanya kandungan kalorinya tinggi karena biasanya ditambahkan gula
  4. Jika membeli teh hijau dalam bentuk kemasan lhat kadaluarsanya. Perhatikan juga ketika penyimpanan di took. Apakah terpapar sinar matahari secara langsung apa tidak. Sebab, kandungan di dalam teh dapat rusak karena terpapar sinar matahari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: